MAKALAH PEMANFAATAN ALKOHOL

SUMBER KARYA ILMIAH : http://wisnuyogapratama.blogspot.com/

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Salawat dan salam kita kirimkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw., karena atas hidayah-Nyalah makalah ini dapat diselesaikan.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang alkohol dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya pada makalah ini akan dijelaskan tentang apa itu alkohol, bagaimana cara pembuatan alkohol, manfaat alkohol, dan bahaya penggunaan alkohol
Saya memohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam karya tulis ini, baik dari segi bahasanya maupun isinya
  

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah

            Banyak kejahatan atau kekekerasan di suatu Negara itu disebab kan oleh pengaruh minuman beralkohol, maka dari itu saya akan menjelaskan tentang apa itu alkohol, manfaat alkohol, cara pembuatan alkohol, dan bahaya alkohol

B.        Rumusan Masalah

1.    Apa saja jenis – jenis alkohol.?
2.    Bagaimana sifat fisik alkohol.?
3.    Apasaja kegunaan alkohol bagi manusia.?
4.    Apa pengaruh alkohol terhadap tubuh manusia.?

C.        Tujuan

  1. mengetahui apa itu alkohol
  2. mengetahui manfaat alkohol
  3. mengetahui cara pembuatan alkohol
  4. mengetahui bahaya alkohol

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

A.        Pengertian Alkohol

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua. Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O. Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat menjadi EtOH, dengan "Et" merupakan singkatan dari gugus etil (C2H5). Alkohol juga memacu tumbuhnya bakteri pengoksidasi alkohol yaitu yang mengubah alkohol menjadi asam asetat dan menyebakan rasa masam pada tape yang dihasilkan.
B.        Pembuatan alkohol
Membuat etanol melalui fermentasi, Metode ini hanya berlaku bagi etanol. Alkohol selain etanol tidak bisa dibuat dengan cara ini.
Proses
Bahan baku untuk proses ini sangat bervariasi, tapi biasanya adalah beberapa bentuk material tanaman yang mengandung pati (starch) seperti jagung, gandum, beras atau kentang.
Pati (Starch) merupakan sebuah karbohidrat kompleks, dan karbohidrat yang lain juga bisa digunakan – misalnya, sukrosa (gula) biasanya digunakan untuk membuat etanol. Dalam skala industri, sukrosa tidak mungkin bisa digunakan sebagai bahan baku. Penghalusan glukosa memerlukan waktu yang lama jika hanya untuk digunakan dalam fermentasi. Meski demikian tidak ada salahnya untuk menjadikan gula tebu asli sebagai bahan baku dalam proses fermentasi.
Tahap pertama dalam proses fermentasi adalah penguraian karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat yang lebih sederhana.
Sebagai contoh, jika bahan baku yang digunakanan adalah pati dalam biji-bijian seperti gandum atau beras, maka bahan baku ini dipanaskan dengan air panas untuk mengekstrak pati dan selanjutnya dipanaskan dengan malat. Malat adalah beras berkecambah yang mengandung enzim yang dapat menguraikan pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yang disebut sebagai maltosa, C12H22O11.
Maltosa memiliki rumus molekul yang sama seperti sukrosa tetapi mengandung dua unit glukosa yang saling mengikat, sedangkan sukrosa mengandung satu unit glukosa dan satu unit fruktosa.
Ragi kemudian dimasukkan dan campuran dibiarkan hangat (sekitar 35°C) selama beberapa hari sampai fermentasi berlangsung sempurna. Udara tidak dibiarkan masuk ke dalam campuran untuk mencegah terjadinya oksidasi etanol yang dihasilkan menjadi asam etanoat (asam cuka).
Enzim-enzim dalam ragi pertama-tama mengubah karbohidrat seperti maltosa atau sukrosa menjadi karbohidrat yang lebih sederhana seperti glukosa dan fruktosa, keduanya C6H12O6, dan kemudian mengubah karbohidrat sederhana tersebut menjadi etanol dan karbon dioksida.
Perubahan ini bisa ditunjukkan sebagai persamaan-persamaan reaksi kimia sederhana, meski aspek biokimia dari reaksi-reaksi ini jauh lebih rumit.
Ragi dimatikan oleh etanol dengan konsentrasi berlebih sekiar 15%, dan ini membatasi kemurnian etanol yang bisa dihasilkan. Etanol dipisahkan dari campuran dengan metode distilasi fraksional untuk menghasilkan 96% etanol murni.
Secara teori, 4% air yang terakhir tersisa tidak bisa dihilangkan dengan metode distilasi fraksional.
C.        Bahaya alkohol
Pengaruh alkohol terhadap tubuh bervariasi, tergantung pada beberapa faktor yaitu:
·         Jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi
·         .Usia, berat badan, dan jenis kelamin
·         Makanan yang ada di dalam lambung
·         Pengalaman seseorang minum minuman beralkohol
·         Situasi dimana orang minum minuman beralkohol
      Ø  Pengaruh Jangka Pendek
Walaupun pengaruh terhadap individu berbeda-beda, terdapat hubungan antara konsentrasi alkohol di dalam darah (Blood Alcohol Concentration- BAC) dan efeknya. Euphoria ringan dan stimulasi terhadap perilaku lebih aktif seiring dengan meningkatnya konsentrasi alkohol di dalam darah. Sayangnya orang banyak beranggapan bahwa penampilan mereka menjad lebih baik dan mereka mengabaikan efek buruknya.
Ø  Risiko Intoksikasi ("Mabuk")
Gejala intoksikasi alkohol yang paling umum adalah "mabuk", "teler" sehingga dapat menyebabkan cedera dan kematian. Penurunan kesadaran seperti alkohol yang berat demikian juga henti nafas dan kematian. Selain kematian, efek jangka pendek alkohol menyebabkan hilangnya produktivitas kerja (misalnya "teler", kecelakaan akibat ngebut). Sebagai tambahan alkohol sering menyebabkan perilaku kriminal. Sebanyak 70% narapidana menggunakan alkohol sebelum melakukan tindak kekerasan dan lebih dari 40% kekerasan dalam rumah tangga dipengaruhi oleh alkohol.
Ø  Pengaruh Jangka Panjang
Mengkonsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan:
·         Tekanan darah tinggi
      ·         Kerusakan jantung
      ·         Stroke
·         Kerusakan hati
      ·         Kanker saluran pencernaan
·         Gangguan pencernaan lainnya (c/o: tukak lambung)
      ·         Impotensi dan berkurangnya kesuburan
      ·         Meningkatnya risiko terkena kanker payudara
      ·         Kesulitan tidur
·         Kerusakan otak dengan perubahan kepribadian dan suasana perasaan
      ·         Sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi
Sebagai tambahan terhadap masalah kesehatan, alkohol juga berdampak terhadap hubungan sesama, finansial, pekerjaan, dan juga menimbulkan masalah hukum.

D.           Fermentasi  alkohol

Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras. Reaksi Kimia:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
Etanol untuk kegunaan konsumsi manusia (seperti minuman beralkohol) dan kegunaan bahan bakar diproduksi dengan cara fermentasi. Spesies ragi tertentu (misalnya Saccharomyces cerevisiae) mencerna gula dan menghasilkan etanol dan karbon dioksida:
C6H12O6 → 2 CH3CH2OH + 2 CO2.
Proses membiakkan ragi untuk mendapatkan alkohol disebut sebagai fermentasi. Konsentrasi etanol yang tinggi akan beracun bagi ragi. Pada jenis ragi yang paling toleran terhadap etanol, ragi tersebut hanya dapat bertahan pada lingkungan 15% etanol berdasarkan volume.
Tape adalah produk fermentasi yang berbentuk pasta atau kompak tergantung dari jenis bahan bakunya. Tape dibuat dengan menggunakan starter yang berisi campuran mikroba. Produk ini mempunyai cita rasa dan aroma yang khas, yaitu gabungan antara rasa manis, sedikit asam, dan cita rasa alkohol. Di dalam fermentasi alkhohol (fermentasi yang menghasilkan alkohol) yeast menguraikan senyawa dalam singkong untuk memperoleh energi. Kelemahan fermentasi dibandingkan respirasi biasa adalah energi yang dihasilkan lebih sedikit. Selain itu akan menghasilkan zat yang membahayakan bagi yeast itu sendiri yaitu menghasilkan hasil sampingan(selain energi) berupa etanol. Jika konsentrasi etanol dalam tape telah mencapai 13% maka yeast akan mati. Jadi alkhohol (etanol) merupakan hasil sampingan pada proses fermentasi alkohol.
E.        Manfaat alkohol
beberapa kegunaan yang lebih penting dari beberapa alkohol sederhana seperti metanol, etanol dan propan-2-ol.
1.   Kegunaan etanol
  Minuman
"Alkohol" yang terdapat dalam minuman beralkohol adalah etanol.
  Spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri
Etanol biasanya dijual sebagai spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri yang sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan sedikit metanol dan kemungkinan beberapa zat warna. Metanol beracun, sehingga spirit bermetil dalam skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam bentuk spirit dapat menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman beralkohol (khususnya di Inggris).
  Sebagai bahan bakar
Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin). "Gasohol" adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol.Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import petrol mereka.
  Sebagai pelarut
Etanol banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik.
  F.   Kegunaan metanol
  Sebagai bahan bakar
Metanol jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air. Metanol bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen (sekarang sementara diteliti).
  Sebagai sebuah stok industri
Kebanyakan metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain – seperti metanal (formaldehida), asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan dari senyawa-senyawa selanjutnya diubah menjadi produk.
 
G.   Kegunaan propan-2-ol
Propan-2-ol banyak digunakan pada berbagai situasi yang berbeda sebagai sebuah pelarut.


BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan

               Dari makalah di atas dapat di simpulkan bahwa Alkohol merupakan senyawa seperti air yang satu hidrogennya diganti oleh rantai atau cincin hidrokarbon. Alkohol terbagi menjadi beberapa jenis antara lain alkohol primer, alkohol sekunder dan tersier. Ada juga beberapa sifat dari alkohol yaitu titik didih, ikatan hidrogen, pengaruh gaya van der waals,kelarutan alkohol dalam air, kelarutan alkohol – alkohol kecil dalam air dan kelarutan yang lebih rendah dari melekul – molekul yang lebih besar. Ada pula kegunaan dari alkohol diantaranya sebagai bahan bakar, sebagai pelarut, dan sebagai sebuah stok idustri. Namun ada pula pengaruh alkohol jika masuk kedalam tubuh manusia pengaru jangka pendek dan pengaruh jangka panjang.
B.        Saran
1. Diharapkan agar siswa tidak menyalahgunakan alkohol untuk kepentingan yang tidak jelas.
2.  Diharapkan setelah membaca makalah ini siswa lebih mempertimbangkan untuk mengkonsumsi minuman – minuman yang mengandung alkohol.





DAFTAR PUSTAKA+

Couper, A.S. (1858). "On a new chemical theory." Philosophical magazine 16, 104–116. Online reprint

Read Users' Comments (0)

PEMANFAATAN DAUN SIRIH

 Daun Sirih
KATA PENGANTAR
            Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan taufiq dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini, yang berjudul “Pemanfaatan Daun Sirih”.
            Tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman sekalian  yang telah memberikan dorongan, bimbingan dan saran sehingga tugas makalah ini dapat terselesaikan.     
            Makalah ini mungkin saja masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu, saya meminta maaf sebesar-besarnya.
            Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sekian dari saya dan terima kasih.
Ungaran, 22 September 2012
                       PENULIS,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan
A.     Latar Belakang
B.     Perumusan Masalah
C.     Tujuan
BAB II Pembahasan
A.     Definisi Sirih
B.     Cara Membudidayakan Sirih
C.     Manfaat dan Khasiat Daun Sirih
D.    Cara Pemanfaatan Daun Sirih
BAB III Penutup
A.    Kesimpulan
B.  Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu Negara agraris yang subur. Banyak para wisatawan asing yang memuja-muji Negara kita. Karena, Indonesia adalah Negara yang kaya akan berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan apa saja pun dapat ditanam jika dirawat dengan baik. Tumbuhan tersebut dapat memberikan manfaat pada berbagai bidang antara lain bidang pertanian, perkebunan, kehutanan bahan industri, bahan dasar obat-obatan dan sebagainya. Maka, kita tak perlu bersusah payah. Namun, sebagian masyarakat kita sering tidak menghargai atau tidak mempedulikannya. Sehingga tanaman-tanaman yang ada hanya dijadikan pajangan dan hiasan semata. Bahkan kadang tanaman-tanaman tersebut sering di anggap tidak penting. Perlu kita sadari bahwa, berbagai jenis tumbuhan memiliki fungsi, khasiat dan manfaatnya masing-masing. Tapi apa ya tanaman yang mempunyai berbagai manfaat dan juga khasiat yang penting itu?
Di Indonesia, banyak tumbuhan yang mempunyai manfaat dan khasiat. Tumbuhan-tumbuhan seperti itu biasanya dikenal dengan nama obat tradisional. Obat tradisional ini memang sudah dari dulu dan sampai sekarang, obat tradisional dari tumbuhan masih banyak digunakan oleh masyarakat. Hal ini perlu dilestarikan karena obat tradisional biasanya mudah dan juga harganya relatif  lebih kecil atau murah dibanding dengan obat sintesis serta bahan-bahannya mudah didapat. Jadi, lebih memilih obat tradisional yang murah dan kita tahu itu berkhasiat atau obat mahal yang kita tidak tahu ada campuran apa didalamnya?
Salah satu tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional adalah tanaman  sirih. Tumbuhan sirih mempunyai berbagai macam dan warna yang menarik. Sejak zaman dahulu tanaman sirih telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, selain itu sirih memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Umumnya masyarakat menggunakan daun sirih seperti biasa, masih dalam cara yang sederhana. Mulai dari penggunaannya yang harus direbus dulu, kemudian diminum sarinya. Bagian tanaman sirih yang paling banyak digunakan sebagai obat adalah daunnya. Di daun inilah terdapat kandungan obat yang sangat baik untuk kesehatan. Kandungan obat tersebut antara lain adalah  saponin, minyak atsiri, dan flavonoid.
       
Namun, di era masyarakat sekarang yang sudah mulai canggih dan modern. Penggunaan sirih sudah dapat dimodifikasi kedalam bentuk-bentuk yang lucu dan unik. Salah satu caranya yaitu menggunakan tablet hisap. Tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat , umumnya dengan bahan dasar yang beraroma manis, yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut. Tablet hisap mempunyai kekerasan yang lebih dibandingkan dengan tablet biasa. Dengan cara seperti orang-orang lebih dapat merasakan cara yang praktis dan aman juga baik untuk tubuh.
Mungkin sebagian masyarakat sekarang menganggap bahwa obat tradisional dianggap kuno dan ketinggalan zaman (dalam bahasa gaulnya Jadul). Namun sesungguhnya obat-obat seperti inilah yang sangat berkhasiat bagi tubuh kita. Nah, agar kita lebih mengerti apa saja obat tradisional itu, saya memiliki sebuah tanaman tradisional seperti yang saya katakana diatas. Sirih, ya tanaman sirih. Mari kita simak bacaan berikut ini, agar kita lebih mengetahui apa itu “Pemanfaatan Daun Sirih”.
B.     Perumusan Masalah
Mungkin banyak yang belum mengerti tentang tanaman sirih. Di makalah ini akan membahas beberapa masalah. Permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini, yaitu :
·         Definisi sirih,
·         Cara membudidayakan sirih,
·         Khasiat dan manfaat daun sirih,
·         Cara pemanfaatan daun sirih untuk mengobati berbagai penyakit.
C.    Tujuan
Saya mengharapkan, dari makalah yang saya buat dapat dimengerti dengan baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini, diantaranya :
·         Untuk  dapat mengerti dan memahami pengertian tentang sirih,
·         Untuk dapat membudidayakan sirih,
·         Untuk mengetahui khasiat dan manfaat daun sirih,
·         Untuk mengetahui cara memanfaatkan daun sirih untuk mengobati berbagai penyakit.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Sirih
Kedudukan tanaman sirih dalam sistematika tumbuhan :
·         Klasifikasi Tanaman Sirih (Piper betle L.)
Divisi               : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Classis             : Dicotyledoneae
Ordo                : Piperales
Familia : Piperaceae
Spesies : Piper betle L.
·         Nama Lain Sirih (Piper betle L.)
Daun sirih di Indonesia mempunyai nama yang berbeda–beda sesuai dengan nama daerahnya masing-masing, yaitu si ureuh (Sunda); sedah, suruh Jawa); sirih (Sampit); ranub (Aceh); cambia (Lampung); base seda (Bali) (Syamsuhidayat danHutapea, 1991).


Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini banyak kita temukan diberbagai daerah dengan variasi bentuk dan warna yang menarik. Ada beberapa jenis sirih yang dikenal masyarakat, misalnya sirih jawa (daunnya lebih lembut, baunya kurang tajam dan warnanya hijau rumput), sirih belanda (daunnya besar, hijau tuam rasa, bau tajam dan pedas), sirih cengkeh (kecil, daun kuning, dan rasanya seperti cengkeh), sirih kuning, sirih merah dan sirih hitam.  Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.
Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan. Tanaman sirih tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna daunnya.
Sirih yang biasanya dijadikan obat yaitu Sirih Merah. Sirih merah digunakan sebagai salah satu bagian penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi saliro”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau tak sedap.
Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembangan sebagai bahan baku untuk biofarmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara turun-temurun dari orang tua kepada anak atau saudara terdekat secara lisan. Di Jawa, terutama di Kraton Jogyakarta, tanaman sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat menyembukan penyakit ambeien, keputihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai antimikroba.
Selain bersifat antiseptik, sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuhkan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit hepatitis.
Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal center yang ada di Jogjakarta, dimana pasiennya yang berobat sembuh dari diabetes karena mengkonsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.
Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.
Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid, mengandung enzim diastase, gula, dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula, dan minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua, sedangkan tanin relatif sama. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic” senyawa aktif alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tanin dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).
Namun senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam seriawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S.N., disebutkandaun yang merupakan bahan utama menginang ini memiliki sifat styptic (menahan perdarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomachic (obat saluran pencernaan),menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorok.




B.     Cara Membudidayakan Sirih

ü  Dengan cara steck
Bagi Anda yang ingin mencoba menanam sirih, cobalah dengan cara steck. Caranya :
1.      Sediakan media tanam steck berupa tanah, pasir, dan kompos. Perbandingannya tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 3:1:3. Masukkan ke dalam polybag berdiameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangi, atau menggunakan bekas botol aqua gelas
2.      Pilih batang sirih yang sudah tua.
3.      Potong batang sirih kira-kira dua ruas. Jangan asal potong. Sebaiknya batang yang diplih sudah memiliki 2 -3 lembar daun.
4.      Rendam potongan batang ini ke dalam air biasa kira-kira 15 menit lalu angkat.
5.      Masukkan steck ke dalam media tanam yang sudah disediakan.
6.      Letakkan steck yang sudah ditanam di tempat teduh. Sinar matahari kira-kira 60% saja.

ü  Runduk
Pilih batang sirih yang sudah panjang, kemudian cukup letakan di tanah atau di media yang telah kita siapkan. Setelah beberapa minggu, akar akan tumbuh, dan batang sirih siap di potong.

ü  Steck Air.
Cara ini paling mudah. Cukup potong batang sirih, kemudian batangnya di rendam di air sampai akarnya keluar. Tapi cukup batangnya saja yang di rendam, jangan dengan daun sirihnya. Bisa kita masukan di botol bekas air mineral.




C.    Khasiat dan Manfaat Daun Sirih
Manfaat sirih sangat besar apalagi untuk kesehatan, daun tersebut mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya. Daunnya bisa mengobati mimisan, mata merah, keputihan, disfungsi ereksi, membuat suara nyaring, dan banyak lagi. Daun sirih juga sudah dimanfaatkan dari dahulu kala untuk nginang (Jawa) dan biasanya sebagai bahan campurannya adalah kapur sirih , rempah-rempah berupa kapu laga dan jambe yang kemudian ditumbuk dengan alat khusus atau hanya di kunyah seperti permen.
Khasiat daun sirih telah teruji secara klinis. Hingga saat ini kini, penelitian daun sirih masih terus dikembangkan. Sirih juga berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.





D.    Cara pemanfaatan daun sirih untuk mengobati berbagai penyakit.
Ini adalah beberapa contoh penyakit yang mungkin bisa disembuhkan oleh daun sirih, berikut cara pengobatannya  :
1. Obat Batuk
a) Siapkan 15 lembar daun sirih
b) tiga gelas air
c) Cuci bersih daun sirih tersebut dan rebus sampai tersisa menjadi tiga perempat bagian.
d) Minum bersamaan dengan madu
2. Obat Bronkitis
a) Rebus 7 lembar daun sirih yang telah dicuci bersih bersama sepotong gula batu dalam 2 gelas air bersih.
b) Tunggu sampai tersisa menjadi 1 gelas. Minum 3 x sehari masing-masing sepertiga gelas.
3. Menghilangkan bau badan
a) Ambil 5 lembar daun sirih dan rebus dengan 2 gelas air.
b) Tunggu sampai tersisa menjadi satu gelas.
c) Minum pada siang hari.
4. Obat Luka Bakar
a) Ambil daun sirih secukupnya dan cuci bersih.
b) Peras airnya dan tambahkan sedikit madu.
c) Bubuh-kan ke tempat luka bakar.
5. Obat Mimisan
a) Siapkan 1 lembar daun sirih yang agak muda,
b) kemudian memarkan dan gulung.
c) Sumbatkan hidung yang berdarah.
6. Obat Bisul
a) Ambil daun sirih secukupnya dan cuci bersih.
b) Setelah itu giling sampai halus dan dioleskan pada bisul.
c) Balut dan ganti 2 x sehari.
7. Obat Mata Gatal dan Mata Merah
a) Sediakan 5-6 daun sirih muda dan segar rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih.
b) Jika sudah, tunggu sampai dingin.
c) Gunakan untuk mencuci mata dengan gelas cuci mata 3 x sehari sampai sembuh.
8. Obat Koreng dan Obat Gatal
a) Rebus 20 lembar daun sirih sampai mendidih.
b) Gunakan air rebusan yang masih hangat untuk membasuh koreng dan gatal.
9. Obat Gusi Berdarah
a) Rebus 4 lembar daun sirih dalam 2 gelas air.
b) Berkumur-lah secukup-nya.
10. Obat Sariawan
a) Ambil 1-2 lembar daun sirih kemudian cuci bersih.
b) Kunyah sampai lumat dan buang ampasnya setelah selesai.
11. Menghilangkan Bau Mulut
a) Siapkan 2-4 lembar daun sirih, Cuci bersih dan remas.
b) Seduh dengan air panas lalu gunakan untuk berkumur.
12. Obat Jerawat
a) Ambil 7-10 lembar daun sirih , cuci bersih dan tumbuk halus.
b) Seduh dengan dua gelas air panas.
c) Gunakan air tersebut untuk mencuci muka.
d) Lakukan 2-3 x sehari.
13. Obat Keputihan
a) Rebus 10 daun sirih yang telah dicuci bersih dalam 2,5 liter air.
b) Gunakan air rebusan yang masih hangat tersebut untuk Miss V -nya.
14. Mengobati ASI Berlebih
a) Ambil beberapa daun sirih, cuci bersih dan olesi dengan minyak kelapa.
b) Kemudian hangatkan di atas api sampai layu.
c) Tempelkan di seputar payudara yang bengkak selagi masih hangat.
15.  Dapat memperlancar buang air besar
                        a) Daun sirih di blender diberi air putih 3 gelas
              b) Setelah selesai bisa ditambahkan campuran susu, gula atau madu sebagai pemanis
16. Mengobati sakit persendian
              a) Daun sirih dibuat jus dicampur 1 sendok madu
b) Diminum dua kali sehari
c) Atau bisa ditempelkan pada tempat yang sakit tepat pada saraf-sarafnya
17. Mengatasi mata gatal dan merah
              a) Sediakan lima sampai enam lembar daun sirih
b) Rebus dengan satu gelas air sampai mendidih
c) Setelah dingin gunakan untuk cuci mata
d) Sehari tiga kali sampai sembuh.













BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Tanaman sirih, mempunyai khasiat dan manfaat dibagian daunnya. Di bagian inilah, terdapat banyak kandungan yang cukup baik untuk tubuh. Kandungan itu antaralain saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Kandungan saponin dan flavonoid berkhasiat sebagai obat batuk. Dari situ lah daun sirih banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang munjarab.

B.     Saran
Semua tumbuhan memiliki fungsi, manfaat dan khasiatnya sendiri. Jadi jangan dianggap remeh dan tidak penting. Seperti tanaman sirih yang dapat digunakan untuk berbagai macam penyakit. Tanaman inipun lebih murah dan mudah dibuat juga digunakan. Mari lestarikan tanaman bermanfaat ini!




DAFTAR PUSTAKA

Read Users' Comments (0)